Makanan yang baik berasal dari hasil pertanian yang baik. Pertanian yang baik adalah pertanian baik secara ekonomi, baik secara lingkungan, dan baik secara sosial. Hal sedemikian itu kami sebut dengan sustainable agriculture.
Selama ini pertanian kita hanya fokus pada ekonomi yakni kualitas dan kuantitas produk pertanian. Namun masih abai adanya penurunan kualitas lingkungan akibat penanganan usahatani yang kurang tepat. Penurunan kualitas lingkungan diantaranya kerusakan tanah, kerusakan air, kerusakan udara akibat penggunaan bahan-bahan kimia pertanian yang kurang tepat.

Saat ini masih banyak kemiskinan di beberapa tempat tanah air. Kemiskinan tersebut timbul akibat pertanian yang berwawasan minim, informasi minim, kebijakan pertanian kurang tepat sasaran, dan praktek marjinalisasi masyarakat akibat perbedaan budaya dan ekonomi. Masih banyak profesi petani dianggap rendah sebab kalangan marginal sebagian besar berprofesi sebagai petani. Belum lagi praktek menyakap tanah yang sangat kurang menguntungkan oleh petani. Hanya penguasa lahan yang mendapatkan hasil besar.

Namun disisi lain aktifitas pertanian perlu berwawasan socially just dengan maksud bahwasanya pelaku bidang pertanian memiliki kehidupan yang layak, bertepatan dengan budaya, berjiwa sosial, dan peduli keseimbangan gender

Penurunan kualitas lingkungan ini akan mengakibatkan tambahan biaya untuk memperbaikinya. Sebab jika kualitas lingkungan menurun, maka untuk kegiatan usahatani akan memberikan penurunan hasil produksi. Hal ini mencerminkan aktifitas usahatani masih memberikan dampak kurang optimalnya secara ekonomi untuk pemulihan kualitas lingkungan

dari pemamaparan di atas maka pentingnya pengelolaan pertanian secara sustainable sangat penting dilakukan. Selain meningkatkan hasil usahatani, menurunkan biaya usahatani, memberikan dampak yang baik bagi lingkungan, petani juga akan mendapatkan dampak better living dari aktifitas usahataninya

Adanya kegagalan pasar membuat produk pertanian juga mengalami fluktuasi harga yang tidak bisa diprediksi. Petani adalah pihak yang paling dirugikan. Ketika harga produk pertanian naik, maka informasi yang diterima petani akan lamban. Namun ketika harga produk pertanian turun, petani akan mendapatkan dampak paling cepat merasakannya

Lalu bagaimana praktek pertanian berlanjut tersebut??

Praktek pertanian berlanjut atau sustainable agriculture yakni sistem usahatani mamakai aquaponik, pertanian vertikal, pertanian on farm dipadukan dengan pemeliharaan hewan ternak baik sapi, kambing, bebek, ayam, maupun ikan air tawar.

Dari hasil peternakan akan menghasilkan limbah kotoran, misal kotoran sapi. Maka kotoran sapi tersebut bisa diolah menjadi bio gas yang mana akan menghasilkan gas untuk aktifitas memasak atau penerangan, pupuk cair untuk usahatani pertanian, pupuk padat untuk pupuk tanaman namun juga bisa diolah menjadi pakan ternak dengan cara difermentasikan sebagai pakan sapi atau kambing atau dibuat pelet sebagai pakan ikan. Adapun hasil pertanian juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti jagung padi untuk pakan ayam dan bebek

Ada cara lain untuk membangun pertanian lebih baik lagi sehingga petani hidupnya lebih sejahtera, seperti petani bekerjasama dengan sesama dalam menentukan komoditas tanaman yang akan ditanam. Membuat pemeliharaan bersama untuk memininalkan biaya, hingga membuat kelompok memasarkan produk pertanian baik produk mentah maupun produk yang jadi atau setengah jadi. Karena peningkatan penghasilan bisa dilakukan dengan memberi nilai tambah produk, yakni dengan pengolahan hasil usahatani menjadi produk jadi siap konsumsi dan langsung ke konsumen.

Dari sini sebenarnya pembangunan pertanian dengan menjadi petani yang tepat akan dipandang mulia dan membahagiakan umat☺️

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Kahuripan Kediri
Dwi Apriyanti Kumalasari, SP., MP