Indonesia terkenal dengan julukan negara agraris. Hal tersebut didukung karena Indonesia memiliki daerah pertanian yang cukup luas. Luasnya daerah pertanian di Indonesia membuat negara agraris ini banyak menghasilkan produk pertanian yang melimpah ruah. Hal tersebut pula yang membuat dahulu banyak negara jajahan mampir ke negara agraris ini, untuk menguasai hasil bumi yang melimpah.Melimpahnya hasil pertanian tersebut disertai juga dengan limbah pertaniannya. Limbah pertanian yang menumpuk dan tidak olah dari tahun ke tahun dapat merusak keseimbangan lingkungan. Limbah pertanian yang biasa hanya langsung dibuang atau digunakan pakan limbah, ternyata dapat dimanfaatkan menjadi barang berguna lainnya. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia ini, menjadikan warga Indonesia juga semakin kreatif dalam mengolah limbah pertanian.

Di Jawa Tengah tepatnya di Kecamatan Gunung Pati, kota Semarang, Muhammad Nur Khusaini dapat mengolah limbah pertanian yang biasa ditumpuk dan dibakar saja dapat dijadikan hasil kerajinan tangan yang dapat dijadikan souvenir dari desa asalnya. Limbah ranting kering, daun kering, pelepah pisang dan kulit jaring dimanfaatkannya menjadi barang yang bernilai jual tinggi. Berawal dari kepedulian pemuda ini, yang setiap ke sawah atau ladang selalu melihat tumpukan-tumpukan sampah, kini diolahnya menjadi barang berharga yakni kerajinan tangan atau souvenir. Selain dapat mengurangi pencemaran limbah di lingkungannya, pengolahan limbah pertanian juga dapat meningkatkan kehidupan ekonominya.

Gambar 1 Olahan Limbah Pertanian menjadi Kerajian Tangan

Selain di Jawa Tengah, di Jawa Timur tepatnya di wilayah Kabupaten Kediri, dosen Pertanian dari Universitas Kahuripan Kediri, juga berhasil mengolah limbah pertanian yakni kulit pisang menjadi tepung kulit pisang yang dapat digunakan menjadi bahan dasar pembuat kue, es krim, kerupuk, dan lainnya. Berawal dari banyaknya limbah kulit pisang yang berasal dari UMKM pembuat makanan khas Kediri yakni gethuk pisang, maka dosen-dosen Universitas Kahuripan Kediri mengolah limbah kulit pisang tersebut menjadi hasil olahan tepung kulit pisang yang dapat dimanfaatkan. Kulit pisang yang biasanya hanya dibuang menumpuk atau dibuat menjadi makanan ternak saja, kini dapat dimanfaatkan menjadi tepung kulit pisang yang bermanfaat.

Gambar 2 Limbah Kulit Pisang Menjadi Tepung Kulit Pisang

Untuk itu, mari sebagai generasi petani milenial kita berlomba-lomba untuk mencari ilmu dan mempraktekkannya di lingkungan sekitar kita. Sehingga kita dapat mengolah limbah-limbah pertanian menjadi barang bermanfaat lainnya. Berawal dari rasa peduli, berlanjut dengan rasa ingin tahu yang mendalam, dan berakhir dengan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kita dan sesama. Go…go…go…petani milenial Indonesia (*cht)