Mangga merupakan buah favorit yang banyak dikonsumsi masyarakat baik dalam bentuksegar maupun dalam bentuk jus.Kandungan gizi yang ada dalam buah mangga jugadinilai cukuptinggi untuk dikonsumsi setiap harinya. Mangga podang urang merupakan salah satu jenis manggalokal dari daerah Kediri yang menjadi potensi unggulan daerah. Keberlimpahan hasil buah manggapodang urang serta menurunnya distribusi penjualan dari mangga akibat pandemi covid19 menjadisalah satu masalah yang harus dipecahkan. Solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdianmasyarakat Fakultas Pertanian Universitas Kahuripan Kediri adalah dengan melakukanpengolahan manga podang urang menjadi minumansari buah milenial. Sehingga dilakukanpengabdian masyarakat dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan dalam pengolahan manggapodang urang menjadi minuman sari buah milenial yang dapat meningkatkan pengetahuan karangtaruna dan ibu-ibu PKK RT 68 Desa Semanding serta dapat menjadi solusi dalam menambahpendapatan masyarakat yang terkena dampak dari pandemi covid19 ini.Kata kunci:mangga, sari buah, milenial

PENDAHULUANIndonesia memiliki tanah yang subur dan juga kaya akan berbagaijenis tanamanbuah-buahan.Salah satunya yang banyak ditemukan diberbagai daerah yang ada diIndonesia dengan berbagai kultivarnya adalah mangga. Mangga banyak diminatimasyarakat karena aromanya yang khas, rasanya yang asam sampai manis, dan teksturbuahnya yang lembut sehingga dapat dikonsumsi oleh semua jenis usia dari anak-anaksampai orang tua.Kandungan vitamin yang terdapat dalam buah mangga ini cukup kompleks yakni adanya vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, dan mineral-minerallainnya(Rasmikayati, et al. 2019).Banyaknya kandungan vitamin yang terdapat dalambuah mangga, menjadikan buah favorit ini layak dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat.Selain kandungan gizi dan vitaminnya yang tinggi, buah mangga juga dipercaya memilikikandungan antioksidan yang tinggi, mampu menjaga kesehatan jantung dan radangsendi, serta dapat memulihkan stamina(Hadayanti, Deliana dan Natawidjaja 2016).Kediri merupakan daerah yang berada di Jawa Timur yang memiliki komiditasmangga yang cukup banyak. Kultivar dari mangga daerah Kediri juga bervariasi. Salahsatu yang banyak diminati adalah mangga podang.Daerah di Kediri yang menghasilkanbuah mangga podang terbanyak yakni daerah Semen Kabupaten Kediri. Mangga podangdapat tumbuh subur di daerah tersebut sehingga satu desa tersebut melimpah hasilpanen buah mangganya. Mangga podang sendiri memiliki ciri kekhususan dari manggakultivar lainnya. Warnanya merah jingga dengan rasa dan aroma yang khas menambahdaya tarik dan kenikmatan tersendiri dari buah ini. Daging buah yang berwarna kuningdengan rasa manis dan segar ini membuat buah ini menjadi favorit bagi masyarakat.Kelimpahan mangga podang saat panen,membuat serapan pasar terkadangkurang maksimal.Hal tersebut membuat banyak buah mangga podang ini menjadi busukdan kurang dapat dimanfaatkan. Mayoritas buah mangga podang ini dikonsumsi dalambentuk segar oleh masyarakat, selain itu ada pula yang dijualkeluar kota. Dampak yangdiakibatkan adanya pandemi covid19 membuat pemasaran dan serapan mangga podangini menjadi terganggu. Berdasarkan hasil pengamatan di daerah Kediri, buah manggapodang ini menjadi tidak banyak yang dikirim ke luar kota akibat menurunnya daya belikonsumen. Hal tersebut berbanding terbalik dengan hasil produksi mangga podang yangsangat berlimpah sehingga penyerapan dan pendistribusiannya menjadi kurang optimal.Pengolahan buah mangga podang menjadi alternatif yang penting dalam mengatasipermasalahan yang timbul dimasyarakat. Pengolahan buah mangga podang menjadi saribuah mangga milenial menjadi salah satu solusi dalam mengatasi konsumsi buahmangga podang dalamjangka waktu yang cukup lama tanpa menghilangkan kaidahmanfaatnya.Selain itu, pengolahan mangga podang ini menjadi sari buah manggamilenial dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan denganmenambah daya beli masyarakat didalam dan luarKabupaten Kediri.Hal tersebutdikarenakan produk sari buah mangga podang milenial ini dapat dibawa kemanapundalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak mudah busuk.Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, membuat kami tim pengabdianmasyarakat Fakultas Pertanian Universitas Kahuripan Kediri melakukan pengabdiankepada masyarakat untuk menciptakan solusi dari permasalahan yang terjadi dikalanganmasyarakat. Sehingga tim kami melakukan Sosialisasi dan Pelatihan PengolahanMangga Podang menjadiSari Buah Mangga Milenial.METODE PELAKSANAANMetode pelaksanaan yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat diDesa Semanding Kecamatan Pare Kabupaten Kediri ini dilakukan dengan beberapatahap yakni sebagai berikut.a)Tahap Sosialisasi PentingnyaPengolahan Mangga PodangPada tahap sosialisasi ini, masyarakat diberikan pemahaman danpengetahuan tentang pentingnya pemanfaatan pengolahan buah mangga podanguntuk meningkatkan nilai jual dari mangga podang dan variasi pemanfaatan dari buahmangga podang dimasyarakat sebagai dampak dari adanya pandemi covid19 ini.Gambar 1.Sosialisasi Pengolahan Mangga Podang Urang. b)Tahap Pelatihan atau Praktek Pembuatan Sari Buah Mangga MilinealDalam tahap pelatihan ini dilakukan praktikum dalam pembuatan sari buahmangga milenial. Dalam pelatihan ini dipersiapkan terlebih dahulu alat dan bahannyasebagai berikut.1)Alat: kompor, panci, pisau, blender, sendok, gelas ukur, neraca analitik, kainsaring, dan baskom, serta botol untuk pengemasan sari buah mangga milenial.2)Bahan : buah mangga podang, asam sitrat, pewarna makanan, penguat rasa, air,dan gula pasir.Prosedur yang dilakukan dalam pengolahan mangga podang menjadi sari buahmangga milenialini adalah sebagai berikut.1)Mencuci dan mengupas mangga posang hingga tersisa daging buahnya,kemudian daging buah mangga tersebut ditimbang sebanyak 500gram.2)Memotong kecil-kecil buah mangga tersebut untuk mempermudah prosespenghancuran daging buah mangga menjadi bubur buah mangga.3)Menambahkan air sebanyak 50 ml supaya buah mangga cepat larut.4)Menyaring bubur buah mangga podang dengan menggunakan kain saringsehingga menjadi sari buah murni yang telah terpisah dari ampasnya.5)Menuangkan sari buah mangga tersebut ke dalam panci kemudian ditambahkanair 2 liter dan gula pasir sebanyak 350 gram.6)Menyalakan kompor dan memanaskannya kedalam suhu 100oc.7)Mematikan kompor dan menunggu suhunya turun sampai 75oc, kemudianmenambahkan asam sitrat, pewarna makanan dan penguat rasa.8)Memanaskan kembali sari buah mangga sampai mencapai suhu 100oc selama 5menit untuk proses pasteurisasi.9)Menuangkan minuman sari buah mangga milenial kedalam kemasan dalamkeadaan panas dengan tujuan agar minuman sari buah mangga milenial tidakterkontaminasi bakteri.10)Merendam kemasan yang telah diisi minuman sari buah mangga milenial kedalam baskom yang telah diisi air hingga mencapai suhu ruangan.HASIL DAN PEMBAHASAN

Mangga dinilai sebagai tanaman buah favorit yang cocok disemua kalanganmasyarakat mulai dari balita sampai manula. Buah mangga ini dipercaya memilikikandungan gizi yang cukup tinggi.Buah mangga iniberpotensi juga dapat dikembangkankarena memiliki tingkat keragaman genetik yang cukup tinggi berdasarkan agroklimatyang ada di Indonesia(Nilasari, Heddy dan Wardiyati 2013).Indonesia memiliki varietasmangga unggulan diantaranya ada mangga arumanis 143, mangga golek 31, danmangga manalagi 69.Salah satu mangga unggulan yang berpotensi dan telah banyakdikembangkan khususnya di daerah Kediri adalah mangga podang urang. Manggapodang urang ini adalah mangga lokal yang memiliki aroma yang khas, kulit buahberwarna merah jingga, dan daing buah berwarna kuning yang menarik untuk dikonsumsi.Tanaman buah mangga podang ini pada umumnya memiliki batang yang tegak danbercabang banyak. Pohon mangga podang urang ini memiliki tinggirata-rata 10 meterdan lingkar batang berkisar antara 150–210 cm(Fauzi, et al. 2017).Pohon manggapodang urang ini memiliki tajuk yang berbentuk payung, memiliki daun yang lebat danberkulit batang coklat tua serta memiliki permukaan batang yang bertekstur tidak rata.Daun manggapodang urang ini berwarna hijau tua untuk daun yang sudah tua,sedangkan daun yang msih muda berwarna hijau muda agak kemerahan. Ukuran buahmangga podang urang ini berkisar antara 200–250 gram per buahnya dan memilikikandungan air yang cukup banyak sehingga cocok juga untuk dinikmati dengan caradiolah menjadiminuman segar seperti jus atau sari buah.Buah mangga podang urang dipanen berdasarkan tingkat ketuaan optimalnya yaknipada umur 100-115 hari dan perlakuan analisis buahnya dilakukan mulai 2 sampai 22 harisesudah masa panen.Saat mangga podang urang berusia dua hari setelah panen,kandungan gulanya rendah dan kandungan asamnya tinggi.Akan tetapi seiringbertambahnya umur simpan, kandungan gula dalam mangga podang urang meningkatdan kandungan asamnya menurun.Sedangkan saat umur simpannya lebih dari 15 hari,maka kandungan gulanya menurun begitu pula kandungan asamnya(Hartanto 2017).KarangTaruna dan Ibu-Ibu PKK dari RT 68 Desa Semanding Kecamatan PareKabupaten Kediri ini diketuai oleh Mbak Anggidan Mas Gelar Prakosa. Mereka berhasilmembangkitkan karang taruna dan ibu-ibu PKK untuk aktif dalam bidang pertaniansehingga memiliki hasil pertanian yang dapat dipelihara bersama-sama dan hasilnyadapat pula dinikmati bersama-sama pula. Salah satu hasil pertanian yang melimpahadalah mangga podang urang. Antusiasme yang tinggi dalam bidang pertanian ini,mendorong tim pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Kahuripan Kediriini untuk berbagi ilmu pengolahan pangan sebagaiupaya dalam membantu memecahkan